Televisi (TV) merupakan media audio visual yang mampu menyedot pemirsa
dari berbagai kalangan. tidak hanya anak-anak, dan remaja, tetapi juga
kalangan dewasa dan orang tua. bukan hanya kaum perempuan, tetapi juga
kaum lelaki. juga bisa membuat mereka menangis, tertawa, atau pun marah.
Ternyata di balik dampak positif yang diberikan Televisi, seperti
informasi yang menyebabkan bertambahnya pengetahuan, namun di balik
semuanya itu, televisi juga menyimpan banyak pengaruh buruk.
“Saya memberi gelar kepada anak- anak saya bahwa TV adalah api Neraka,
jadi kalau magrib itu siaran yang agak menarik yang membawa keimanan itu
cuma adzan, memang kita sebagai orang harus betul- betul kita awasi,
dan jangan terlalu percaya dengan anak- anak kita, karena terkadang
dirumah dia mengikuti kata- kata kita tapi diluar dia belum tau
mengikuti kata- kata kita sehingga harus di kawal betul”.tutur Ketua
DPRD Kepulauan Meranti, Hafizoh SAg belum lama ini.
Hafizoh juga menjelaskan bahwa dampak negatif televisi, tentunya tak
hanya sampai di situ. bukan hanya berdampak buruk terhadap fisik
pemirsa, televisi juga bisa mempengaruhi segi psikologis. Selain
penghilangan perasaan tertentu, televisi juga menimbulkan budaya
konsumtif yang tinggi. Meskipun tidak terjadi pada setiap orang, namun
prilaku konsumtif ini kerap muncul, karena bujuk rayu iklan yang
menggoda luar biasa.
Pengaruh lain, kata Ketua DPRD itu juga pada penggunaan bahasa gaul, dan
gaya berpakaian. Ini dapat dimaklumi, setiap orang memiliki
kecenderungan untuk meniru idolanya. terutama di kalangan remaja dan
kawula muda. beragam cara kerap dilakukan untuk meniru idolanya. ambil
contoh ketika gaya boyband banyak ditayangkan televisi, tak sedikit
remaja yang menirunya.
Efek lainnya, lanjut Hafizoh soal menjadwal ulang kegiatan. tak sedikit
yang menyusun agenda keseharian, justru disesuaikan dengan acara
televisi. cukup banyak yang menunda sholat, misalnya, hanya karena
tanggung acara yang ditonton tengah ramai-ramainya. bahkan terkadang,
yang biasa sholat awal waktu, karena tanggung tengah asik menonton
televisi, menjadi di akhir waktu.(cr1)